BPNT Kacau, Secara Diam – Diam Warga Diminta Kumpulkan Kartu KKS

Kartu KKS Ilustrasi

MULYADI

GRESIK, disposisi.com – Ditengah pandemi Covid-19 yang telah menekan kehidupan masyarakat, ternyata masih ada tangan-tangan yang tega menambah beban masyarakat dengan melakukan penyelewengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Bila hal ini sampai terbukti benar-benar terjadi, maka hukuman yang setimpal layak diberikan pada para oknum yang telah tega melakukan penyelewengan ini.

BACA JUGA : Empat Daerah Di Jabar Dinyatakan Zona Merah, PSBB Kembali,,,

Melansir Surya.co.id, Selasa 1 September 2020, Penyelidikan atas dugaan penyelewengan dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih dilakukan penyidik Polres Gresik.

Tetapi saat pemanggilan BNI selaku bank penyalur baru akan dilakukan, diduga sudah terjadi upaya pengumpulan diam-diam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik keluarga penerima manfaat (KPM), Selasa (1/9/2020).

Padahal dalam pedoman umum (Pedum) maupun Peratuan Kementrian Sosial (Permensos) Nomor 20 Tahun 2019, KKS bersifat pribadi dan rahasia. Tidak diperbolehkan ada pihak lain yang mengetahui password KKS tersebut.

Tetapi upaya menggalang KKS dari warga itu sudah terjadi di Kecamatan Duduksampeyan. Tidak diketahui siapa oknum yang memerintahkan warga atau KPM untuk mengumpulkan KKS untuk penyaluran BPNT bulan September itu.

Salah seorang warga, A mengaku mendapatkan perintah agar mengumpulkan KKS. Dan itu diduga dilakukan secara diam-diam. “Dari grup Whatsapp (WA), ada yang meminta KKS dikumpulkan di balai desa saat jam kerja,” ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

Praktik yang melanggar Pedum itu sudah seharusnya menjadi perhatian pihak terkait seperti koordinator kecamatan (Korcam) dan pendamping. Sebab para penerima bantuan ini adalah keluarga belum mampu.

Di sisi lain, polisi juga masih fokus meminta keterangan dari pihak BNI kembali pekan ini. Ada empat orang pegawai BNI yang akan dimintai keterangan terkait penyaluran bantuan dari Kemensos itu.

“Undangan (surat panggilan) sudah kami terima. Kami siap memenuhi panggilan,” kata Dwi Suhartono, Kepala Bidang Pemasaran Bisnis BNI.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Gresik, Sentot Supriyohadi mengatakan pihaknya sedang melakukan perbaikan penyaluran BPNT di lapangan. Sentot mengaku penyaluran bantuan September ini sedikit berbeda.

Sebab ada bantuan tambahan dari pemerintah. Rinciannya, tambahan Rp 500.000 untuk penerima BPNT non-PKH dan tambahan beras 15 KG untuk PKH non-BPNT.

Tambahan uang tunai itu hanya sekali tetapi tambahan beras untuk PKH non-BSP/BPNT akan dilakukan selama tiga bulan. Yakni Agustus, September, Oktober.

1 thought on “BPNT Kacau, Secara Diam – Diam Warga Diminta Kumpulkan Kartu KKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *