Hoax, Pelarangan Penggunaan Masker Scuba Yang Disertai Ancaman Denda Dan Swab Tes

Foto : Ilustrasi

YUDHA MA

SURABAYA, disposisi.com – Beredar di aplikasi medsos larangan tentang penggunaan masker Scuba dan ancaman akan dikenakan denda bagi pemakainya diberbagai wilayah.

Salah satu postingan yang diunggah oleh sebuah akun grup Facebook yang menulis tentang peringatan bagi pengguna masker Scuba agar putar balik dan mengganti maskernya dengan masker standar SNI.

BACA JUGA : Buntut Beredarnya Video ASN Karaoke Di Aula Kelurahan, Jika Terbukti,,,

Dikutip dari @jawapos.com, ”Bulak Rukem depan sekolahan Triguna seng gae masker scuba mending puter balik ganti masker SNI daripada knek swab n denda.” Begitu keterangan yang disebar ulang oleh akun Facebook Ibunda Almalik Arrozak kemarin (30/9).

Posting-an yang diunggah di sebuah grup Facebook itu disertai foto aktivitas razia di jalan raya. Beberapa petugas kepolisian dan satpol PP tampak memberhentikan pengguna jalan dan melakukan pemeriksaan. Kemudian, ada keterangan lain yang membenarkan bahwa operasi larangan penggunaan masker scuba sudah berlaku di Surabaya.

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami menyatakan bahwa foto yang beredar tersebut merupakan operasi serentak tiga pilar yang diselenggarakan pada Rabu (23/9). Selain bertujuan menegakkan protokol kesehatan, operasi itu disertai rapid test masal yang diadakan gratis oleh Pemkot Surabaya.

”Hoax ya. Tidak ada pelarangan scuba. Itu penegakan protokol kesehatan sekaligus rapid antigen masal dan gratis,” katanya kemarin. Menurut mantan Kapolsek Rungkut tersebut, Pemkot Surabaya tidak melarang penggunaan masker scuba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *