44 Warga Buahbatu dan Rancasari Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Satpol PP

MULYADI

BANDUNG, disposisi.comSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung berhasil menjaring 44 pelanggar protokol kesehatan Covid-19, Kamis (12 November 2020). Mereka terjaring di wilayah Kecamatan Buahbatu dan Kecamatan Rancasari.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, seperti hari pertama, pelaksanaan operasi perketatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menerapkan tiga kategori sanksi. Ketiga sanksi tersebut adalah, teguran tertulis, sanksi sosial hingga membayar denda administrasi.

“Hari kedua ini, dari total 44 pelanggaran, sebanyak 18 di antaranya dikenakan denda administrasi. Masing-masing Rp50.000,” ujar Rasdian.

Total denda yang disetorkan oleh Bendahara Penerimaan pada Satpol PP ke Rekening Kas Daerah Kota Bandung dari operasi tersebut berjumlah Rp900.000.

Untuk sanksi sosial, sambung Kasatpol PP, pelanggar diharuskan membersihkan lingkungan di sekitar lokasi operasi.

“Kalau yang sanksi sosial ada 24 orang. Nah sisanya 2 orang lagi diberi sanksi teguran tertulis karena petugas melihat bahwa pelanggarannya tidak seberat yang lain. Mereka membawa masker tetapi tidak digunakan sesuai dengan protokol kesehatan yang diatur dalam peraturan wali kota (perwal),” terangnya.

Rasdian yang juga menjabat sebagai Koordinator Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung ini menambahkan, kegiatan akan dilanjutkan di 26 kecamatan lain.

“Antara 2-3 kecamatan dalam 1 hari. Semua harus disentuh sekaligus juga memberitahu kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional pada Satpol PP Kota Bandung, Satriadi Buana berharap, semakin gencarnya operasi dapat menumbuhkan kesadaran dalam diri masyarakat.

“Khusus 2 wilayah timur ini memang masih ditemukan warga yang tidak menggunakan masker. Karenanya lewat kegiatan ini kami mengajak warga untuk terus menggunakan masker, mencuci tangan dengan air bersih mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Hal terkecil yang bisa kita lakukan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19,” tutur Satriadi.

Sementara salah seorang pelanggar, TW (23 tahun) warga Ngemplak, Kabupaten Bandung yang terjaring operasi saat hendak berbelanja ke Pasar Ciwastra mengaku kaget karena ada operasi oleh petugas gabungan. “Saya lupa membawa masker soalnya tadi berpikirnya dekat. Ke pasar saja,” katanya seraya berjanji akan menggunakan masker sesuai dengan protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *