3 Mini Market Tidak Mengantongi Surat Ijin, Satpol PP Kota Bandung Langsung Beri Tindakan Tegas

Satpol PP Kota Bandung Ketika Melakukan Tindakan Tegas Sebelum Penyegelan Kepada Mini Market Alfamart

MULYADI

BANDUNG, disposisi.com – Perlu di apresiasi tindakan Satpol PP Kota Bandung, dalam  menjalankan tugas penegakan  peraturan daerah , hari  senin (26/4) malam pukul 19.00 wib  telah  memberikan Tindakan tegas kepada  beberapa mini market alfamart yg tidak berijin ( illegal ).

Diantaranya  di jl. Panjunan  kecamatan Astana Anyar, Bojong Loa Kaler, Jalan Terusan Pasir Koja No 77, serta menyusul di Kecamatan Rancasari yang dilakukan oleh kasi trantib kecamatan.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid PPHD Idris, bahwa fihaknya  benar telah  melakukan tindakan tegas (menyegel ) terhadap  beberapa mini market yang tak berijin khusunya Alfamart.

Berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kota Bandung No. 02 tahun 2009, tentang penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern (swalayan) Pasal 21 (1), bahwa setiap kegiatan perdagangan wajib memiliki izin usaha perdagangan dan toko modern (mini matket)

Adapun  menurut salah satu anggota DPRD kota Bandung, sekaligus anggota komisi A  aan andi dari fraksi Demokrat,fihaknya sangat mengapresiasi kepada Kasatpol PP dan stafnya  atas kinerja, cepat, tegas dan tanggap tepat sasaran,telah respek dan responsif terhadap para pelaku pelanggar Peraturan Daerah terutama mini market alfamart.” Tuturnya patut angkat topi

Selanjutnya menurut  Rahman samosir Ketua LSM   TIKAR , pihaknya patut angakat topi kepada Kinerja Satpol PP Kota Bandung dengan cepat menindak pelanggar Peraturan Daerah Khususnya mini market alfamart, yang menjamur akhir akhir ini dengan sengaja dan  beraninya seakan  menantang pemerintah, dengan membuka tokonya dengan cara illegal, semoga para penegak hukum segera melakukan tindakan tegas kepada alfamart  yang lainnya,karena  di duga masih banyak toko alfamart  yang berdiri tidak mengantongi ijin.” pintanya

Sementara  fihak alfamart ketika dihubungi enggan menjawab, selanjutnya ketika menghubungi aprindo ( asosiasi pengusaha ritel indonesia ) kota bandung juga sama tidak mau menjawab, seakan tidak peduli terhadap anggotanya. 

Sumber : Hu-pakuan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *